slot

idebet

apk slot

idebet

idebet

rajabom

idebet

idebet

slot gacor 2025

idebet

idebet

mahjong ways 3

apk slot

demo olympus

slot

slot thailand

demo slot

slot

slot

sv388

sbobet

idebet

rajabom

slot

slot

idebet

idebet

slot

idebet

bambuhoki88

slot

rajabom

slot

slot

slot

slot

idebet

apk slot

rajabom

rajabom

idebet

rajabom

>

idebet

rajabom

unikbet

bambuhoki88

idebet

idebet

idebet

unikbet

unikbet

>

idebet - slot gacor terpercaya

idebet

idebet

slot

slot

bambuhoki88

idebet

idebet

rajabom

rajabom

rajabom

rajabom

rajabom

rajabom

rajabom

rajabom

rajabom

rajabom

rajabom

rajabom

rajabom

rajabom

rajabom

bambuhoki88

bambuhoki88

https://heylink.me/bambuhoki88login/

bambuhoki88

idebet

idebet

sv388

slot

mahjong

slot

slot

unikbet sebagai judi slot thailand

olympus

slot zeus

mahjong ways 3

slot88

slot

slot

slot

mahjong

slot

slot

thailand

apk slot

sv388

unikbet

Sejarah GKMI
header-int

Sejarah GKMI

Posted by : Administrator
Share

Sejarah GKMI

           

             seorang bapak bernama Dolof Lumingas asal desa Manembo Langowan. Kepalanya di paku dari kiri kekanan sampai tembus, Wiliam Wangko mmencabut paku tersebut lalu berkata ”dalam nama Tuhan Yesus sembuh!” langsung sembuh dan tidak mengalami kematian. Karunia nubuatan yang diterima Wiliam Wangko pada waktu itu cukup mencengangkan bagi banyak orang yaitu sebelum perang dunia kedua, ada beberapa rumah di Langowan yang ia tunjuk dengan tongkatnya, dan berkata “suatu waktu rumah ini akan hancur oleh bom sekutu”. Hal tersebut terjadi tetapi ada yang rumah keluarga Sigarlaki disamping gereja sentrum GMIM Langowan yang tidak di tunjuk, rumah tersebut tidak ditimpah dengan bom. Penyerahan Mandat Kepemimpinan Kelompok Persekutuan Di tepi pantai sario Manado saat Wiliam Wangko akan dinaikan ke perahu menuju kapal laut Belanda yang nama kapal tersebut “Bonteku” Wiliam Wangko berkata kepada G.W. Rawung sambil menyepak kakinya dan memukul kepala G.W. Rawung dengan Alkitab besar ia berkata dalam bahasa Daerah “Co re temmemboi parungan, taru-taruyan nange se sidang jemaat” yang artinya “Gerard kamu yang harus melanjutkan memimpin persekutuan doa ini”. Gerard tidak marah atas cara Wiliam Wangko tersebut tetapi dengan rendah hati ia berlutut dan berkata “Haleluya, Haleluya, Haleluya”. Pada tahun 1942 sampai 1945 masa pendudukan Jepang ibadah tetap dilakukan di tempat-tempat penyingkiran dan untuk pertama kalinya kelompok persekutuan doa ini membentuk pengrus dengan susunan sebagai berikut: Pucuk Pimpinan : Ketua : Gerard W. Rawung Panitera : Heybert Suwuh (Ober) Meninggal dunia tahun 1950 dan digantikan oleh Rulan Sambeka Penyimpan : Albert Rawung Anggota : Paul Londa, Paul kembuan, Rulan sambeka, David Manaroingsong, Clas Oroh, Arnold Makarawung, Habel Tumengkeng dan Viktor Tuju. Saat sedang doa puasa G.W. Rawung mengutus Ebert Tumangkeng, Heybert Suwuh dan Jhon Oroh untuk ketemun dengan bapak DS.Rewah yang merupakan kawan dekat dari G.W. Rawung untuk berdiskusi langkah-langkah apa yang harus diambil, maka DS.Rewah menyarankan untuk didirikan Organisasi Gereja permanen lalu buat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan jangan lagi berlindung di Gereja lain, lalu utusan G.W. Rawung bertanya “apa nama Gereja yang akan didirikan.?” Dijawab DS.Rewah “Maranatha” yang artinya “Tuhan Yesus Datanglah”. Maka kembalilah utusan-utusan ini serta melaporkan hasil pembicaraan dengan DS.Rewah kepada G.W. Rawung dan beliau sangat terkesan atas hasil pembicraan tersebut, maka diadakan rapat Pucuk Pimpinan dan sebagai hasil dari rapat tersebut menghasilkan dua keputusan : 1. Menugaskan kepada Pdt. A.B. Tering untuk menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gereja. 2. Mendirikan organisasi Gereja dengan nama “Gereja Kristen Maranatha”. Maka pada akhir tahun 1951 papan nama Gereja Bahtera Injil Dua diturunkan dan diganti dengan nama “Gereja Kristen Maranatha” God Bless You :)